Tiga Objek Pemajuan Kebudayaan Subang

Potret budaya gantangan yang termasuk ke dalam warisan budaya tak benda (foto: Mella Gustina)

clickmeidnUNESCO menggagas konsep Warisan Budaya Tak Benda atau Intangible Heritage. Pada tahun 2009 Direktorat Jendral Kebudayaan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata menggelar sebuah event dalam menyambut masuknya Warisan Budaya Tak Benda ke Indonesia. Sebagai acara pembuka yaitu symposium dan workshop, pada tanggal 19-20 Agustus 2009 fokus kegiatan ini yaitu pencatatan kepada petugas Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT). Pada prosesnya, tim ahli WBTB Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya (WDB), Disparbud Provinsi, BPNB dan Bidang Kebudayaan Kota/Kabupaten bekerjasama dalam menentukan Objek Pemajuan Kebudayaan. Prosesnya begitu Panjang, khususnya dalam pencataan data. Selain hasil kajian budaya perlu juga rapat sidang WBTB.

Lalu Apa itu Objek Pemajuan Kebudayaan?

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 mengenai Objek Pemajuan Kebudayaan, yang masuk ke dalam pengkategorian, yaitu: (1) Tradisi Lisan, (2) Manuskrip, (3) Adat Istiadat, (4) Ritus, (5) Pengetahuan Tradisional, (6) Teknologi Tradisional, (7) Seni, (8) Bahasa, (9) Permainan Rakyat, (10) Olahraga Tradisional.

Bacaan Lainnya

Jadi, segala bentuk yang masuk ke dalam kebudayaan termasuk cagar budaya menjadi kekayaan intelektual masyarakat lokal. Ada dua kategori yang tangible dan intangible, sesuai dengan wujud kebudayaan.

Apa Saja WBTB Kabupaten Subang?

Sesuai Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat nomor 224/PK.04/Kebud tanggal 1 Februari 2021 mengenai Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Jawa Barat Tahun 2021. Subang berhasil mendaftarkan Toleat, Genjring Bonyok dan Gantangan. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Subang M. Khadar Hendarsyah mengungkapkan bahwa Subang kaya dengan corak budaya lokal.  Semoga, WBTB tahun depan muncul dari kuliner lokal yaitu Oncom Dawuan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.